Pekan refleksi Oktober 2008
Sejak bulan Maret kita telah memulai suatu proses perkenalan dengan warisan ‘spiritual’ kita dengan memanfaatkan surat-surat Rektor Nelen dan riwayat hidup para pendahulu kita. Atas pertanyaan-pertanyaan yang diikutsertakan kami terima jawaban tertulis dari semua provinsi. Surat-surat Rektor Nelen dibicarakan oleh semua komunitas di Indonesia dan laporan serta rangkuman disampaikan kepada Dewan Umum.
Kumpulan semua jawaban kemudian diberikan lagi kepada semua bruder. Terutama jawaban atas pertanyaan “Apa yang ingin dilestarikan?” menjadi masukan penting selama refleksi bersama.
Para peserta diminta untuk, dengan bantuan beberapa pertanyaan, memberi informasi mengenai keadaan aktual provinsi serta mengenai keadaan lokal / nasional yang menjadi lingkungan hidup dan karya mereka. Pekan refleksi pun dimulai dengan sebaik mungkin memberi informasi satu sama lain mengenai situasi aktual provinsi masing-masing.
Diberi perhatian juga kepada kebijakan finansial kongregasi dan beberapa item global yang penting. Tujuan-tujuan Pembangunan Milennium dijelaskan secara khusus.
Sesudah informasi aktual ini kami berusaha melihat apa yang telah menjadi milik berharga kita bersama dalam sejarah kongregasi, apa yang dapat dan mau diaktualkan dalam provinsi masing-masing, dan bagaimana hal itu sudah, atau masih mau dilaksanakan dengan lebih baik.
Kemudian semua provinsi meneguhkan satu sama lain namun mengajukan juga pertanyaan dan saran-saran mengenai kebijakan masing-masing. Pada hari terakhir semua provinsi diminta merumuskan suatu pernyataan, baik mengenai kebijakan Dewan Umum maupun mengenai kebijakan di provinsinya sendiri. Pernyataan itu, yang redaksi akhir diserahkan kepada Dewan Umum, kami sampaikan di bawah ini.
Di Kongregasi seluruhnya
Diinspirasi oleh khasanah warisan para pendahulu, kami para bruder dari Huijbergen (CFH / MTB) ingin mewujudkan persaudaraan internasional dengan mengabdikan diri demi Kerajaan Allah dalam semangat yang sama.
Di Provinsi Belanda
Sebagai persaudaraan dan persekutuaan doa di Belanda kami mau terlibat dalam pertumbuhan orang lain di sekitar kami, dengan hadir bagi mereka sementara menyediakan tempat bagi tamu-tamu.
Di Brasilia
Sebagai kelompok kecil di Brasilia kami mau tetap menanggung kelemahan satu sama lain dan, berkat dukungan nyata dari pihak luar, mengabdikan diri selama mungkin demi kebutuhan sesama di sekitar tempat tinggal kami.
Di Indonesia
Sebagai hamba Allah kami mau saling mengembangkan diri sebagai saudara di Indonesia, dan bersama mengabdikan diri demi pemekaran kemanusiaan mereka yang muda, miskin dan lemah.