Perayaan hari-hari persaudaraan di Pontianak

 

 

 

 

 

 

Pada hari Minggu tanggal 8 Maret, peserta pertama sudah melaporkan diri di komunitas Sepakat Pontianak.  Kelompok kerja yang terdiri dari 6 - 8 bruder, di bawah koordinasi bruder Gregorius dan Gabriël, mengulurkan tangan dan dalam waktu beberapa jam enam tenda disiapkan untuk menampung para peserta hari-hari persaudaraan.

Waktu pembukaan, pada hari Senin jam 8.00 pagi, 31 bruder duduk melingkar di aula asrama Bonaventura di gang Sepakat. Sesudah ibadat pembukaan singkat, yang dipimpin oleh Br. Valentinus dan sambutan Provinsial  Br. Gabriel, Br. Stefanus menghantar para saudara masuk dalam merefleksi tema persaudaraan. Br. Stef bertitik-tolak dari kebiasaan kapittel tikar di zaman Fransiskus.  Pertanyaan mengenai kekhasan persaudaraan MTB menghasilkan sejumlah nilai, antara lain kesederhanaan dan kepercayaan. Sederhana dalam berrelasi, dan kepercayaan satu sama lain serta percaya diri yang sehat. Sesudah pagi yang berbobot pertemuan dilanjutkan sore jam 15.00, dalam terik matahari khatulistiwa,  dengan kompetisi volley.  OC (organizing committee) telah membagi para peserta dalam empat kelompok. Mereka bertanding, bukan pertama-tama untuk berprestasi atau untuk menunjukkan ketrampilan tehnis, melainkan  terutama untuk mengungkapkan dan merayakan hubungen persaudaraan. Malam hari pertemuan dilanjutkan dengan macam-macam permainan seperti: kanasta, remi, hantu, domino, catur dan rummikup.

Hari kedua, Selasa tanggal 10 Maret, dipandu oleh Br. Tomas B. kebijakan Dewan Provinsi dievaluasi bersama. Sore hari para bruder merepotkan satu sama lain dengan pertandingan pingpong dan badminton. Malam hari, sesudah doa malam, terdapat kesempatan  bagi  yang berminat untuk nonton sebuah film.

Waktu hari  berikut evaluasi dilanjutkan, banyak pertanyaan informatif dikemukakan, juga beberapa yang kritis dan banyak ungkapan terimakasih untuk segala sesuatu yang dilakukan oleh Dewan Provinsi untuk para bruder. Bagaimanapun juga sekitar setengah sebelas, tanpa keberatan dari pihak mana pun, evaluasi diakhiri supaya mata-acara berikut, lomba masak antara wakil-wakil komunitas, dapat dimulai. Jury yang terdiri dari tiga ibu ahli masak di rumah bruder, memberi penilaian akhir dan ikut menikmati sajian sembilan tempat nasi goreng yang lezat.

« Kembali ke ikhtisar