In Memoriam Bruder Faustinus Henken

Bruder Faustinus (Franciscus) Henken

Lahir di Amsterdam:  03 - 04 - 1934
Masuk Kongregasi: 24 - 01 - 1954
Kaul pertama:  15 - 08 - 1955
Kaul kekal:  15 - 08 - 1960
Wafat di Huijbergen: 29 - 07 - 2009


Bruder Faustinus yang dipanggil juga secara singkat "Faust", tidak hidup lagi di antara kita. Saudara kita yang tenang, rendah hati dan suka berkarya di latar belakang, mampu untuk dengan sabar sekali mendengarkan kisah-kisah yang sudah berulang-ulang kali diceritakan oleh sesama bruder. Sering kali di sela-sela,ia sisipkan komentarnya yang humoristis sehingga semua yang hadir, termasuk ia sendiri, tertawa sepenuh hati.

Melihat kembali riwayat hidup bruder Faustinus kita melihat seorang yang lemah lembut, yang mampu menikmati hidup dalam ketenangan. Ia menikmati musik klasik komponis besar dan menghafalkan nama dan karya mereka. Ia menikmati film dan mengetahui sutradara serta nama pemain-pemainnya. Mengenai film yang dipandang penting untuk ditonton, ia mengoleksi resensi-resensi. Ingatannya yang luar biasa bagusnya, tidak selalu menyenangkan untuk dia sebab pengalaman yang menyusahkan  pun tidak dilupakannya sehingga menaungi hidupnya. Kadang-kadang ia takut dan menghindar. Bukankah mencegah lebih baik daripada menyembuhkan?
 
Bruder Faustinus senang bepergian, entah dengan kereta api, bis atau mobil, makin jauh makin senang. Ia hanya melihat ke luar, dengan tenang mengamati segala keindahan yang kelihatan.  Pada hari-hari ia dapat naik kereta api gratis, ia berangkat pagi-pagi, pergi sejauh mungkin dan pulang semalam mungkin. Itulah kesukaan dia. Kesempatan-kesempatan itu pun dimanfaatkannya untuk menunjungi familinya. Menurut pepatah air yang tenang pasti dalam. Kalau itu benar maka berlaku juga untuk Br. Faustinus. Humornya dan komentarnya berasal dari kedalaman itu.

Selama beberapa tahun Br. Faustinus mengajar di sekolah: di Bergen op Zoom, Hulst dan Oosterhout. Walaupun ia disenangi oleh murid-muridnya namun ia melaksanakan tugas itu dengan berat hati. Akhirnya, atas permintaannya sendiri, ia meninggalkan sekolah dan mulai bertugas di kantor Yayasan di Bergen op Zoom. Disitu ia menemukan dan menikmati pengakuan dan persahabatan.

Waktu memasuki masa pensiun ia tetap bekerja sampai mencapai umur 70 tahun dan kemudian mulai memelihara perpustakaan di komunitas Sint Marie di Huijbergen. Ribuan judul buku didaftarkannya dengan komputer.

Kami bersyukur bahwa Bruder Faustinus dikaruniai kesehatan yang baik sehingga tetap mampu bertugas sesuai iramanya sendiri. Hanya dua tahun terakhir kebebasannya untuk bergerak menjadi makin terbatas karena pendarahan di otak. Namun masalah ini pun ditanggungnya dengan segala ketenangan khasnya dan tidak pernah mengeluh. Syukurlah bahwa waktu kesehatannya makin terancam dan ia hampir tidak mampu melakukan sesuatu, Tuhan segara memanggilnya.

Kini ia, akhirnya, pulang. Pulang ke rumah yang dipenuhi musik, nyanyian malaikat dan persahabatan. Kami yakin bahwa ia disambut dengan tangan terbuka, selamat datang saudaraKu!

Br. Reginald,
Br. Nico
Br. Michael

 

« Kembali ke ikhtisar