Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu...

In Memoriam Bruder Angelus van der Zanden

Broeder Angelus (Antonius Franciscus) van der Zanden

Lahir di Breda : 23 - 10 - 1912
Masuk Kongregasi : 18 - 01 - 1931
Profesi pertama : 15 - 08 - 1932
Profesie kekal: 15 - 08 - 1935
Wafat di Huijbergen : 27 - 08 - 2009

Sebagai remaja Anton van der Zanden membantu bruder-bruder dengan belanja. Dengan demikian ia berkenalan dengan mereka.Seperti abangnya Br. Ivo, Anton pun mendaftarkan diri untuk menjadi bruder. Ia menyelesaikan pendidikan guru dan kemudian memulai masa novisiat pada tanggal 13 Agustus 1931.

Setelah menyelesaikan pendidikannya dan mengajar sekitar tujuh tahun di Amsterdam ia berangkat ke Indonesia pada tanggal 20 september 1939. Sampai kedatangan pasukan Jepang ia mengajar di Banjarmasin. Walaupun kemudian mengungsi ke komunitas bruder di Blitar (Jatim) ia pun bersama bruder-bruder lain dipenjarakan dan diangkut ke kamp tahanan perang Cimahi dekat Bandung. Dalam situasi yang sulit pun Br. Angelus tetap periang. Imannya menjadi sumber kekuatan. Ia mencintai rosarionya dan siap sedia melayani sesama tahanan. Karena kesehatannya lemah, maka sesudah perang ia diberi kesempatan untuk memulihkan tenaga di Australia selama beberapa bulan.

Pada tahun 1951 ia termasuk para perintis komunitas baru di Pati. Dan pada tahun 1965 ia menjadi magister novis pertama dalam Novisiat Alverna di Pati, yang kemudian dipindahkan ke Jogjakarta pada tahun 1968. Sebagai pembina ia dapat bersikap keras untuk orang lain dan juga untuk dirinya. Baik di Pati maupun di Jogjakarta ia aktif sebagai pemain organ dan dirigen kor waktu perayaan liturgi di gereja paroki.
Pada masa yang sulit di tahun tujuhpuluhan, waktu banyak missionaris berpengalaman pulang ke negara asal mereka, dan bruder-bruder Indonesia yang muda masih bergulat dengan identitas dan tanggunjawab mereka, Bruder Angelus ikut memelihara keseimbangan dan kontinuitas dalam regio Indonesia.

Pada tanggal 7 september 1982 ia pulang ke Negeri Belanda dan menjadi anggota komunitas "Onze Lieve Vrouw ter Duinen" di Ossendrecht. Setalah mengabdi 50 tahun di daerah tropis, ia melayani tamu-tamu dan memelihara ternak disitu. Dan, di banyak gereja dalam wilayah itu ia menjadi pemain organ waktu Misa arwah, pernikahan dan waktu perayaan ekaristi akhir pekan. Waktu komunitas ini ditutup, november 2001, ia pindah ke komunitas Sint Marie di Huijbergen.
 
Br. Angelus adalah seorang yang periang dan saleh. Kesalehen itu ia terima melalui orangtuanya yang mewujudkan kesalehan mereka secara praktis dengan berbuat baik. Peduli dangen kebutuhan sesama menjadi salah cirikhasnya. Karena tugas dan sifat-sifat pribadinya ia berkontak dengan banyak orang, baik di Indonesia maupun di Negeri Belanda. Mereka ikut menikmati keramahtamahannya.

Tahun-tahun terakhir pendengarannya serta mobilitasnya makin berkurang dan kesulitan pernafasan melemahkan daya tahannya. Selama masa ini ia dirawat dengan kasih sayang dan tetap saja ada bruder yang bersedia mendorong kursi rodanya untuk pergi berjalan-jalan di taman.Waktu Br. Angelus merasa ajalnya makin dekat, ia menyerahkan diri kepada Bunda Maria dan minta diantar olehnya menuju Bapa segala sesuatu yang hidup.

P. Leo testers

 

« Kembali ke ikhtisar