Allah menyertaimu,...
Ia berjalan di bayanganmu;
Ia mendampingimu waktu engkau tertidur;
Ia menyertaimu,
semoga engkau menyertai dia.

In Memoriam Bruder Anggalinus Sudirman

Broeder Anggalinus lahir di Flores namun waktu masih muda mengikuti saudaranya dan tinggal beberapa tahun di Bogor. Dari Jawa ia berangkat ke Kalimantan Barat dan menjadi pekerja sosial di Anjungan. Karena ia pun aktif dalam paroki dan tinggal di rumah anggota umat ia memperoleh informasi mengenai persaudaraan MTB dan menggabungkan diri dengan mereka pada usia 25 tahun.

Selesai masa pendidikan sebgai bruder, ia ditugaskan di Kuala Dua dan mengajar beberapa mata pelajaran pada SMP di sekitarnya. Ia disenangi oleh para bruder, oleh murid sekolah dan anak asrama serta oleh banyak kenalan lain. Ia dikaruniai kemampuan untuk mendengarkan, dan tidak jarang ia dipercayai dan diminta pandngan mengenai urusan dan kesulitan pribadi.

Sesudah masa pertama ini ia ditugaskan di Pontianak. Selain tugasnya di kantor yayasan iapun mengikuti kuliah ekonomi. Dengan studi itu ia tidak saja menambah pengetahuan namun mepuaskan juga lingkaran persahabatannya di Pontianak. Selama beberapa tahun ia pun bertanggungjawab atas asrama mahasiswa Sepakat. Mengeraskan hatinya yang peka, demi ketegasan dan disiplin, sewaktu-waktu agak sulit untuk dia.

Setelah selama beberapa tahun memperhatikan urusan yayasan di Singkawang ia ditugaskan di Putussibau dan menjadi ekonom yayasan Sukma untuk persekolahan yang belum lama diserah-terimakan oleh keuskupan Sintang kepada kongregasi Bruder MTB. Karunia inteligensi sosial dan humor disini pun memudahkan pelaksanaan tugasnya.

Bahwa ada sesuatu dengan kesehatannya sebenarnya telah nampak pada bulan Juli yang lalu. Di Jogyakarta, Dalam perjalan menuju keluarga di Flores ia masuk rumahsakit Panti Rapih selama beberapa hari karena pernah jatuh dan merasa tidak enak badan.Ternyata tekanan darah terlalu tinggi dan irama jantung tidak teratur. Sesudah beberapa hari ia diizinkan keluar dan melaksanakan rencana menunjungi keluarga di Flores.

Mulai tahun ajaran baru ia mulai melaksanakan lagi tugasnya sebagai bendahara yayasan di Putussibau. Hari Minggu tanggal 22 November ia berada di Pontianak untuk menerima sumbangan pemerintah untuk asrama putra di Putussibau. Ia pun menyempatkan diri untuk main voli dengan beberapa teman bruder namun, karena merasa tidak enak badan, beristirahat sehari sebelum berangkat pulang ke Putussibau. Hari Rabu tanggal 25 November, waktu main badminton ia jatuh pingsan dan tidak tertolong lagi. Pada hari Jumat tanggal 27 November sesudah perayaan Misa Arwah di Katedral Pontianak yang dipenuhi oleh teman, kenalan dan relasi is dimakamkan.
 
Menurut pandangan kami, Bruder Anggalinus telah menghadapi Tuhannya dengan tenang. Ia ramah dalam pergaulan, segan mengritik dan rela melayani kapan dan siapa saja yang membutuhkan bantuannya. Kendatipun kami, para bruder merasa sungguh kehilangan seorang saudara yang ramah dalam pergaulan dan ahli dalam tugasnya, kami tetap berterima kasih kepada Bapa segala yang hidup karena Ia telah memanggil bruder Angga untuk masuk ikatan persaudaraan kami. Sayang bahwa sesingkat ini saja.

« Kembali ke ikhtisar