H.O.S. berkunjung ke Indonesia

 

 

 

 

 

 

Di Jakarta mereka mengunjungi sanggar Komata yang tetap mendampingi eks-penderita melaksanakan karya yang menghasilkan. Karena ketelitian mereka maka produk Komata seperti  kous, T-shirt dan pakaian sekolah mendapat nama baik di pasaran lokal. Waktu kunjungan ini diserahkan 80 paket sembako kepada para penghuni.

Projek kedua yang mendapat dukungan H.O.S. adalah U.B. Sani di Pati, tempat 14 eks-penderita dan dua anak yang sehat hidup bersama. Greenhouse, tempat berbagai tanaman hias dirawat dan dujual, merupakan sumber penghasilan utama, namun kebun dan sawah pun tetap penting. Supaya pengairan tetap terjamin H.O.S a.l. menyumbangkan mesin pompa yang baru.

Projek Pak Suprapto, teman baik Bpk. Piet Timmermans, pendiri H.O.S., dan kenalan lama bruder Leo pun dikunjungi di Kelet. Dalam perumahan yang sederhana dan sehat 39 anak yatim didampingi sampai tamat sekolah menengah. Kawanan ternak: 8 sapi perah, 4 anak sapi dan seekor sapi jantan, menghasilkan susu untuk murid SD dan kotoran untuk biogas yang dimanfaatkan untuk masak. Semua murid mendapat paket dengan kebutuhan sekolah.

Di sebelah selatan kota Pati, antara Rembang dan Blora terletak projek Wireskat, tempat sekitar 36 eks-penderita hidup bersama di bawah pembinaan paroki Blora.Hasil kerja mereka seperti bunga, pot bunga dan jahitan masih perlu dipasarkan melalui parokiBlora. Kunjungan ini diakhiri dengan makan bersama dan sumbangan paket sebako untuk semua penghuni.

Dari Jogya dibaharui kontak dengan team Purwokerto, yang membina eks-penderita dengan pola baru. Pasien tetap tinggal di rumah sendiri namun ia didampingi dalam pengobatan dan pemasaran hasil kerja seperti bibit tanaman, gula kelapa dan bawang yang sudah dibersihkan. Rencana untuk mendirikan pusat pengobatan dan penelitian sedang dipertimbangkan.

Projek terakhir yang dapat dikunjungi terletak di pulau Timor, sekitar enam jam perjalanan dari Kupang. Sekitar 300 orang, pasien dan mantan pasien beserta karyawan menyambut rombongan  H.O.S. dengan meriah lagi hangat. Berkat bantuan pemerintahan setempat, gereja lokal serta sponsor dari dalam maupun dari luar negeri serta pembinaan para suster PRR, maka projek ini telah berkembang menjadi pusat pengobatan dan rehabilitasi untuk sekitar 520 pasien. Untuk para penghuni lagi ditinggalkan kenangan, yang kali ini berbentuk sarung dan sandal jepit.

Berkat perjalan ini, yang dibayar sendiri, para karyawan H.O.S. dapat melihat dengan mata kepala sendiri bahwa dana yang dipercayakan kepada mereka oleh para donatur, dimanfaatkan dengan baik. Sumbangan anda pun tetap diterima dengan senang hati pada:

Bank ING: No. 471 06 29 t.n.v. M.Jansen Alphen inzake Lepra-actie.

 

« Kembali ke ikhtisar