. . . tidak ingin berada di atas orang lain, tetapi menjadi hamba dan bawahan semua orang karena Allah. . .

Persaudaraan

Dalam persaudaraan kami belajar mengarahkan diri pada kebutuhan utama manusia serta mengalami dan mewujudkan kekuatan kasih Allah.

Persekutuan hidup ini menyadarkan kami bahwa perkembangan setiap orang penting
dan mengajak untuk:
menyediakan diri beserta potensi terbaik,
membebaskan diri dari keterikatan pada milik pribadi
mengabdikan selera dan kemauan pada kesepakatan bersama.

Bersama kami berkembang lebih baik.

 

Memperlakukan sesama saudara sedemikian
dalam dan dengan kehadiran kita,
sehingga ia dapat menyadari dan mengungkapkan
kepribadiannya seutuhnya… (Const.227)

Memanusiakan diri dengan lebih baik berarti
menjadi sesama manusia yang lebih baik,
mengindahkan kepentingan orang lain,
bersedia mendengarkan,
cekatan untuk menaati seraya melayani,
menerima dan memberikan bantuan (…)
menurut teladan Kristus.
“Siapa yang mau mengikuti Aku
Harus menyangkal dirinya”.